Pengikut

Rabu, 11 April 2012

TEKNIK PENYUSUNAN SOAL PILIHAN GANDA



TEKNIK PENYUSUNAN  SOAL
                   PILIHAN  GANDA

A.   Pengertian
Evaluasi  secara tertulis  dilakukan  dengan  tes  tertulis  ( paper  and  pencil test ).
Tes  tertulis  merupakan  kumpulan  soal – soal yang diberikan  kepada siswa  dalam bentuk tulisan.
Dalam  menjawab soal, siswa tidak selalu  harus merespon dalam bentuk jawaban, tetapi  juga dapat dilakukan dalam bentuk lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan  sejenisnya.
Tes  tertulis merupakan  teknik pengukuran yang banyak digunakan dalam menilai pencapaian  kompetensi  mata pelajaran sebagai  hasil  belajar.

B.   Bentuk  Tes  Tertulis
Soal  tes  tertulis  dapat  diklasifikasikan  menjadi  dua  :
Ø  Soal  dengan  memilih  jawaban  yang sudah disediakan ( bentuk soal pilihan ganda, benar – salah ).
Ø  Soal dengan memberikan jawaban secara tertulis  ( bentuk soal isian, jawaban singkat dan uraian ).

Bentuk  soal  tes  tertulis  dikelompokkan  menjadi  :
Ø  Tes  tertulis  objektif  seperti  pilihan  ganda  dan  isian,
Ø  Tes  tertulis  non – objektif  seperti  bentuk  soal  uraian  non  objektif.

C.   Bentuk  Soal  Pilihan  Ganda
Ø  Merupakan  bentuk  soal  yang jawabannya  dapat dipilih  dari beberapa  kemungkinan jawaban  yang  telah  disediakan.
Ø  Kontruksinya  terdiri  dari  pokok  soal  dan  pilihan  jawaban.
Ø  Pilihan  jawaban  terdiri  atas  kunci  dan  pengecoh.
Ø  Kunci  jawaban  harus  merupakan  jawaban  benar atau paling benar,  sedangkan pengecoh  merupakan  jawaban  tidak benar,  namun  daya  jebaknya  harus  berfungsi, artinya  memungkinkan  siswa memilihnya  jika  tidak  menguasai  materinya.


D.   Kontruksi  Soal  Pilihan  Ganda  Terdiri  dari  :
§   Pokok  soal  (  stem )
§   Pilihan  jawaban  ( option )
§   Pengecoh ( distraktor )

Ø  Pilihan  jawaban  terdiri  dari  :
§  Kunci  jawaban  dan  pengecoh  ( distractor )

Ø  Kelemahan  soal  pilihan  ganda  :
§  Terdapat  peluang  untuk menebak  kunci  jawaban,
§  Peserta  mudah  mencotek  kunci  jawaban

Ø  Menyusun  soal  pilihan  ganda  yang  bermutu  perlu  :
§  Waktu  lama.
§  Biaya  cukup  besar.
§  Penulis  soal  kesulitan  membuat  pengecoh  yang  homogen  dan  berfungsi.

E.   Soal  Pilihan  Ganda  berpenalaran  tinggi  dapat  dibuat  dengan  cara  :
§   Mengidentifikasi  materi yang dapat  mengukur  perilaku :  pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, atau  evaluasi dan mencipta.
§   Perilaku  ingatan  diperlukan  namun  berkedudukan  sebagai  langkah  awal sebelum siswa  dapat  mengukur  perilaku  pemahaman,  penerapan,  analisis,  sintesis, atau evaluasi.
§   Membiasakan  menulis  soal  yang  mengukur  kemampuan  berpikir  kritis dan keterampilan  pemecahan  masalah.
§   Menyajikan  dasar  pernyataan  ( stimulus )  pada  setiap  pertanyaan, misalnya  dalam bentuk  ilustrasi / bahan  bacaan seperti kasus, contoh, tabel  dan sebagainya.






F.    Pengertian  Penulisan  Soal  Yang  Menuntut Penalaran  Tinggi
   Menuntut  Penulis  mampu  :

ü Tentukan  perilaku  yang  akan  diukur.
ü Rumuskan  materi  stimulus  untuk  dasar  pertanyaan  sesuai  dengan perilaku  yang diharapkan.
ü Keahlian  menulis / kontruksi  soal.
ü Kreativitas dalam  penulisan  soal.
Prinsip  penalaran  tinggi adalah  cara  berpikir logis yang tinggi.  Berpikir  logis yang  tinggi sangat  diperlukan  siswa  dalam  proses  pembelajaran,  khususnya  dalam menjawab  pertanyaan   tingkat  tinggi.  Siswa  perlu  menggunakan  pengetahuan, pemahaman, ketrampilan yang dimiliki  dan  menghubungkan  ke dalam  situasi  baru.
Level  1.
Siswa  Memiliki  Kemampuan  Standar  Minimum  Dalam
Menguasai  Pelajaran  ( Knowing )
Ø Memperlihatkan  ingatan  dan  pemahaman  dasar  terhadap  materi  pelajaran  dan dapat membuat generalisasi  yang  sederhana.
Ø Memperlihatkan  tingkatan  dasar  dalam pemecahan  masalah  dalam  pelajaran, paling tidak dengan satu  cara.
Ø Memperlihatkan  pemahaman dasar  terhadap grafik – grafik,  label – label  dan  materi  visual  lainnya.
Ø Dapat  mengkonsumsikan fakta – fakta  dasar dengan menggunakan  terminologi yang sederhana.
Level  2.
Siswa  Memiliki  Kemampuan  Aplikatif  ( Applying )

Ø Memperlihatkan  pengetahuan / pemahaman terhadap materi pelajaran dan dapat mengaplikasikan gagasan / konsep dalam konteks tertentu.
Ø Dapat  menginterprestasi dan menganalisis  informasi  dan  data.
Ø Dapat  memecahkan  masalah  rutin  dalam  pelajaran.
Ø Dapat  menginterpretasi  grafik – grafik, tabel – tabel dan materi  visual  lainnya.
Ø Dapat  mengkomunikasikan  dengan jelas dan terorganisasi penggunaan terminologi.

Standar  Level  Kemampuan
Level  3  :
Siswa  Memiliki  Kemampuan  Penalaran  dan 
Logika  Tinggi  ( Reasoning )

v Memperlihatkan  pengetahuan dan pemahaman luas terhadap materi  pelajaran, dapat menerapkan  gagasan dan  konsep  dalam situasi yang familiar, maupun dengan cara yang berbeda.
v Dapat  menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi  gagasan – gagasan  dan informasi yang  faktual.
v Dapat  menginterpretasi  dan  menjelaskan  gagasan – gagasan yang kompleks dalam pelajaran.
v Dapat mengekspresikan  gagasan – gagasan  nyata dan akurat dengan menggunakan terminologi yang benar.
v Dapat memecahkan masalah dengan berbagai cara dan melibatkan banyak variabel.
v Dapat merekomendasikan  pemikiran – pemikiran  yang  original

Penulisan  soal yang menuntut  penalaran tinggi,  penulis soal  mengacu  pada level  3 dan 2. Hal – hal yang perlu diperhatikan penulis soal dalam menulis soal  berpenalaran  tinggi antara lain  :
v Soal  menggunakan  stimulus.
Stimulus  yang baik menyajikan informasi jelas, padat, mengandung konsep / gagasan inti permasalahan, dan benar secara fakta.  Stimulus  dapat berbentuk teks bacaan, paragraf, puisi, penggalan  cerita, ( contoh : kasus, gambar, grafik, bagan, foto, daftar kata, simbol, peta  film,  rekaman.
v Soal yang dikembangkan harus sesuai dengan kondisi pembelajaran yang dilaksanakan  di dalam kelas maupun di luar kelas yang berhubungan dengan kehidupan sehari – hari.
v Soal  mengukur  keterampilan  berpikir  kritis.
v Soal  mengukur  keterampilan  pe




G.   Kaidah  Penulisan  Soal  Pilihan  Ganda

Menulis  soal  pilihan  ganda  harus  perhatikan  kaidah – kaidah  sebagai  berikut  :
Ø  MATERI
  • Soal  harus  sesuai  dengan indikator.
  • Pilihan  jawaban  harus  homogen  dan logis  ditinjau  dari  segi  materi.
  • Setiap  soal  harus  mempunyai  satu  jawaban  yang  benar  atau  yang paling benar.
Kontruksi  Soal  Pilihan  Ganda
ü  Rumusan  pokok  soal  dan  pilihan  jawaban  harus  merupakan pernyataan yang diperlukan  saja.
ü  Pokok  soal  jangan  memberi  petunjuk  ke arah  jawaban  benar.
ü  Pokok  soal  jangan  mengandung  pernyataan  yang  bersifat  negatif  ganda.
ü  Butir  soal  jangan  bergantung  pada  jawaban  soal  sebelumnya.

Aspek  Kebahasan
ü  Setiap  soal  harus  menggunakan  bahasa  yang  sesuai  dengan  kaidah  Bahasa  Indonesia.
ü  Jangan  menggunakan  bahasa  yang  berlaku  setempat, jika  soal  akan  digunakan untuk  daerah  lain  atau  nasional.
ü  Setiap  soal  harus  menggunakan  bahasa  yang  komunikatif.
ü  Pilihan  jawaban  jangan  mengulang  kata  atau  frase  yang  bukan merupakan satu kesatuan  pengertian.
ü  Pokok  soal  harus  dirumuskan  secara  jelas  dan  tegas.
ü  Pilihan  jawaban  jangan  memuat  pernyataan :
” Semua  pilihan jawaban  di atas  salah ”,  atau  :
” Semua  pilihan jawaban  di atas benar ”.
ü  Pilihan  jawaban  berbentuk  angka  atau  waktu  harus  disusun  berdasarkan  urutan besar  kecilnya  nilai  angka  tersebut,  atau  kronologisnya.
ü  Butir  soal  jangan  bergantung  pada  jawaban  soal  sebelumnya.
ü  Panjang  rumusan  pilihan  jawabn  harus  relatif  sama.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar